Di ujung senja yang hampir lupa cara bernapas,
aku menyimpan suaramu
dalam botol kaca.
Retaknya bukan oleh waktu,
melainkan oleh terlalu sering kupanggil namamu dari dalam.

Kau pernah berkata, dunia ini hanya selembar kulit tipis,
mudah robek oleh ingatan,
dan kita adalah tinta yang bersikeras tinggal
meski kertasnya perlahan dilupakan.

Aku menertawakanmu saat itu,
seolah abadi adalah sesuatu yang bisa kita pelajari bersama.

Kita berlari di hutan yang menyala pelan.
Daun-daunnya menulis ulang jejak kaki kita,
dan langit menjatuhkan cahaya
seperti doa yang tak sempat selesai diucapkan.

Lalu sesuatu mulai memakan terang,
bukan gelap,
melainkan lupa.

Namamu menguap dari udara,
seperti huruf-huruf yang menolak disusun kembali.

Aku memanggilmu berkali-kali,
hingga suaraku berubah menjadi ruang kosong
yang hanya tahu caranya kembali tanpa membawa siapa-siapa.

Katamu dulu,
jika salah satu dari kita harus hilang,
yang lain harus tetap menulis,
bukan untuk dikenang,
tapi agar kehilangan punya bentuk.

Maka kini aku menulis dengan tangan yang tak lagi utuh,
mengumpulkan tawamu dari sudut-sudut yang tak ingin ditemukan.

Kuciptakan kau sebagai burung dari sisa cahaya,
yang hinggap di bahuku
setiap kali aku hampir percaya bahwa semuanya benar-benar selesai.

Namun kau tak pernah lagi bersuara.
Kau hanya ada,
seperti sesuatu yang terlalu dekat untuk disentuh,
dan terlalu jauh untuk kembali.

Aku ingin marah pada waktu,
tapi ia ternyata tinggal di dalam nadiku sendiri,
menghitung mundur segala yang pernah kita sebut selamanya.

Yang tersisa darimu bukan kehilangan,
melainkan cara baru untuk patah tanpa suara.

Jika suatu hari puisiku sampai pada dunia,
aku ingin mereka tahu,
bahwa di setiap kata yang hampir runtuh,
ada dua orang yang masih saling menggenggam,
meski salah satunya sudah menjadi bahasa.

Dan jika aku berhenti di larik terakhir,
biarlah itu bukan akhir,
melainkan celah kecil
tempat kau akhirnya menjawab panggilanku,

meski hanya sekali,
meski hanya sebagai gema yang memilih untuk tinggal.

T.S. Vale

Penulis

AUTHOR

T.S. Vale

Penulis

AUTHOR

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

Di dunia yang terus bergerak, sering kali ada cerita yang tertinggal, kata yang tidak sempat diucapkan, rasa yang tidak tahu harus pulang ke mana. Semesta Bercerita hadir sebagai ruang untuk itu semua. Tempat di mana cerita menemukan suaranya, dan setiap pengalaman diberi ruang untuk dimaknai. Kami percaya bahwa cerita mampu mempertemukan manusia, menumbuhkan pemahaman, dan menguatkan satu sama lain. Di sini, kita menulis, mendengar, dan tumbuh bersama, satu cerita pada satu waktu.

© 2026 SEMESTA BERCERITA - ALL RIGHTS RESEVED

SEMESTA

MENU

Follow Us