Aku tidak lagi menulis—
aku memasuki arka
yang berlayar di antara aksara, bilangan, dan air
yang belum sempat disebut kehidupan.

Di sana waktu belum lahir,
namun kita telah menguburnya
dalam beton, angka, dan janji
yang tak pernah menemukan sungai.

Air pernah menari—
membelah desa, kota, dan luka;
kini dipenjara dalam peta,
diukur sebagai laba,
dan dilupakan sebagai napas.

Pipa berkarat—urat bumi yang putus.
Anak-anak menadah langit di ember retak,
belajar haus
sebelum mengenal hujan.

Aku membaca bilangan—
menemukan kekeringan yang disembunyikan.
Aku menyentuh aksara—
merasakan sunyi kehilangan tubuhnya.

Bendungan berdiri:
mengunci aliran, menahan doa,
menjadikan air sekadar angka.

Namun di dalam arka ini
masih ada denyut purba—
sesuatu yang belum sempat kita rusak.

Aku menenun jala rasa,
menangkap yang tak lagi jatuh,
merajut sisa air menjadi cahaya
agar dunia tidak lupa
cara bernapas sebagai manusia.

Sebab yang runtuh bukan hanya sungai—
melainkan kita,
yang perlahan mengering dari dalam
dan kehilangan arah pulang ke sumber diri.

Dan ketika aku membaca semesta,
aku tahu:
yang paling mustahil kita bendung
bukan air yang pergi,
melainkan manusia
yang kehilangan dirinya sendiri
dari sumber yang dulu mengalir di dalam dirinya.

Heru Salak70

Penulis

AUTHOR

Heru Salak70

Penulis

AUTHOR

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

Di dunia yang terus bergerak, sering kali ada cerita yang tertinggal, kata yang tidak sempat diucapkan, rasa yang tidak tahu harus pulang ke mana. Semesta Bercerita hadir sebagai ruang untuk itu semua. Tempat di mana cerita menemukan suaranya, dan setiap pengalaman diberi ruang untuk dimaknai. Kami percaya bahwa cerita mampu mempertemukan manusia, menumbuhkan pemahaman, dan menguatkan satu sama lain. Di sini, kita menulis, mendengar, dan tumbuh bersama, satu cerita pada satu waktu.

© 2026 SEMESTA BERCERITA - ALL RIGHTS RESEVED

SEMESTA

MENU

Follow Us