Di lipatan waktu yang pernah retak,
tersisa serpih kisah yang tak sempat ditutup.
Ia menggantung di langit sendu,
menjadi bayang lanjutan bagi langkah ayah dan ibu.

Siapa menyangka,
luka-luka lama itu
menyemai dirinya dalam diam,
menanti kelahiranku sebagai ladang baru
bagi perih yang belum usai.

Ia datang tanpa suara,
menyusup seperti kabut tipis
ke celah ingatanku,
lalu berakar di sunyi paling dalam
yang tak pernah benar-benar sepi.

Wahai luka,
engkau penulis tanpa tinta,
menggoreskan kisah pada lembar yang tak pernah kupilih.
Di tiap katamu,
ada tangis yang belajar diam,
ada perih yang menetap dalam diam,
ada rasa yang dikurung
di ruang yang lupa cara bersuara.

Aku pernah menjadi diam yang dipaksa mengerti pada keadaan.
Aku menjadi marah yang tak pernah menemukan jawaban.
Sebab waktu itu,
aku hanyalah tubuh kecil yang belum paham
mengapa takdir terasa begitu pahit.

Kini, aku menatapmu tanpa gentar,
mengenalmu bukan lagi derita,
melainkan jalan pulang menuju pengertian.
Aku belajar memelukmu bukan untuk tinggal,
melainkan untuk melepaskan.

Luka…
pelanlah mereda.
Cukup sudah kau singgah.

Kini biarlah bahagia
menenun ulang aksara yang patah,
menghangatkan ruang yang lama membeku,
agar hati ini berani terbuka, jujur pada rasa,
dan akhirnya bisa menulis kisah yang tak lagi dingin.

Celoteh.literasi

Penulis

AUTHOR

Celoteh.literasi

Penulis

AUTHOR

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

Di dunia yang terus bergerak, sering kali ada cerita yang tertinggal, kata yang tidak sempat diucapkan, rasa yang tidak tahu harus pulang ke mana. Semesta Bercerita hadir sebagai ruang untuk itu semua. Tempat di mana cerita menemukan suaranya, dan setiap pengalaman diberi ruang untuk dimaknai. Kami percaya bahwa cerita mampu mempertemukan manusia, menumbuhkan pemahaman, dan menguatkan satu sama lain. Di sini, kita menulis, mendengar, dan tumbuh bersama, satu cerita pada satu waktu.

© 2026 SEMESTA BERCERITA - ALL RIGHTS RESEVED

SEMESTA

MENU

Follow Us