Bagaimana mekanisme melawan kehilangan?
Apa sama layaknya menepis kesepian
dan berlagak baur dengan keramaian?
Sayangnya, aku hidup dari sisa-sisa keberadaanmu.
Kita sama-sama terdampar oleh jarak yang menghapus
kesempatan untuk berjumpa di suatu fajar yang tenang.
Apa kau ingat bahwa aku adalah mesin waktu
yang rela membawamu terbang menembus tirai masa?
Kemudian kita buka pintu ke mana saja
dan berharap dunia berputar terbalik,
agar perlahan kita tahu mengapa manusia
dilahirkan dan cinta tumbuh perlahan.
Lalu aku sengaja lupa untuk
mengucapkan selamat tidur
untuk kali terakhir.
Aku takut sekali
kamu akan bermimpi selamanya.
Hingga pada suatu pagi,
aku berhenti mencari,
aku berhenti memaknai,
aku berhenti bersembunyi.
Begitu halnya dirimu,
kau berhenti berusaha,
kau menyerah pada air mata,
kau menyerah pada luka-luka.
Sampai di sisa hari penutup,
kita sama-sama dibunuh
oleh gelombang kebimbangan
yang tak kunjung berujung.





