Mentari berlari meninggalkan terang.

Di langit yang memerah,
kulihat senja datang,
sebentar singgah
lalu menghilang.

Mega berarak ke utara,
menari, melenggang,
bak selendang
dari bahu langit
yang lepas dibawa angin petang.

Aku ingin jadi salah satunya,
ringan dan tenang,
tak perlu lekas pulang.

Awan putih kemerahan menjauh.
Mega-mega pun berarak menjauh.
Kulihat bagai kawanan domba
yang perlahan hilang kepalanya,
hilang tubuhnya,
lalu ikalnya.

Domba-domba yang ikal!
Ke mana perginya ikalmu?
Kan bagus,
seperti rambutku
waktu disisir ibu.

Mengapa yang tinggal
hanya merahnya?

Kini mega itu berubah lagi,
menjadi taman bunga
yang terapung tinggi.
Merah, hijau, kelabu,
entah bunga apa namanya.
Ingin juga
kupetik satu,
lalu kuselipkan di rambutku.

Namun bunga-bunga itu pun hilang,
padahal baru saja datang.
Merahnya tinggal tipis sendiri.
Bentuk-bentuk itu lepas
satu-satu,
lalu hanyut
entah ke mana pergi.

Senja pun padam perlahan.
Langit redup,
malam datang.
Dan segala yang berarak tadi
masuk kembali
ke dalam lengang.

Yang tinggal bukan dombanya,
bukan pula selendangnya.
Hanya merah yang sebentar menyala,
lalu surut di pelupuk mata.

Dan aku
masih menyimpan
usap tangan ibu
di rambutku yang dulu,
di senja yang sebentar datang,
di sore yang nyaris hilang.

Sora Hanae

Penulis

AUTHOR

Sora Hanae

Penulis

AUTHOR

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

Di dunia yang terus bergerak, sering kali ada cerita yang tertinggal, kata yang tidak sempat diucapkan, rasa yang tidak tahu harus pulang ke mana. Semesta Bercerita hadir sebagai ruang untuk itu semua. Tempat di mana cerita menemukan suaranya, dan setiap pengalaman diberi ruang untuk dimaknai. Kami percaya bahwa cerita mampu mempertemukan manusia, menumbuhkan pemahaman, dan menguatkan satu sama lain. Di sini, kita menulis, mendengar, dan tumbuh bersama, satu cerita pada satu waktu.

© 2026 SEMESTA BERCERITA - ALL RIGHTS RESEVED

SEMESTA

MENU

Follow Us