Tidak seharusnya hari itu terjadi:
kita berdua sepakat menjadi penjahat,
menanam bom waktu yang telaten
menghitung dirinya sendiri.

Selagi kita mencari tempat persembunyian
di tengah kota, kita diburu, diteror,
dipenuhi pertanyaan, “Akankah kita
tetap bersama selepas pembantaian?”

Satu per satu kita lenyapkan
sampai senyum luntur di wajah kita.
Kala itu kau bertanya, “Sudahkah?
Sudah ledak bom waktu ini?”
Kujawab, di tempat yang salah kita mencintai.
Menangis di depan hari-hari yang terkapar,
sia-sia bersama abu disapu angin.

Misal ada sebuah kota yang membolehkan
siapa saja mencintai siapa pun,
tentu
aku tidak akan memilih mencintai kematian,
apalagi mencintaimu. Lagi pula,
keduanya sama-sama membunuhku.

Aku akan tetap mencintai pikiranku
hingga melampaui batas.
Supaya bisa kuubah segala yang perih
dan memperihatinkan di antara kita
menjadi perihal-perihal indah
yang layak diperlihatkan.

Maka izinkan aku membayangkan
suatu pagi kau datang padaku
setelah aku hampir menyerah mencari-carimu.
Kita berdua kembali berpelukan
sebagai sepasang pendosa
yang kini sepasang peziarah,
menyambangi kubur batu yang sama.

Meski teguh kaukatakan berkali-kali,
“Kita bukan Nietzsche,”
telah terpampang segudang bukti
yang mengatakan bahwa kita
tak pernah sudi mengecup tangan Tuhan
dan berpamitan sebelum pergi
meninggalkannya.

Tangan Tuhan mana yang aku maksud?
Apakah tangan yang dengan sengaja
mempertemukan kita dalam kobaran api
yang gagal membakar sepasang patung batu,
ataukah tanganku di atas kertas
yang menjadikanku cukup
merawatmu dalam puisi?

Muhammad Gibrant Aryoseno

Penulis

AUTHOR

Muhammad Gibrant Aryoseno

Penulis

AUTHOR

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

Di dunia yang terus bergerak, sering kali ada cerita yang tertinggal, kata yang tidak sempat diucapkan, rasa yang tidak tahu harus pulang ke mana. Semesta Bercerita hadir sebagai ruang untuk itu semua. Tempat di mana cerita menemukan suaranya, dan setiap pengalaman diberi ruang untuk dimaknai. Kami percaya bahwa cerita mampu mempertemukan manusia, menumbuhkan pemahaman, dan menguatkan satu sama lain. Di sini, kita menulis, mendengar, dan tumbuh bersama, satu cerita pada satu waktu.

© 2026 SEMESTA BERCERITA - ALL RIGHTS RESEVED

SEMESTA

MENU

Follow Us