Ada tempat yang tak terlihat mata,
namun sering kita datangi tanpa sadar,
di sana kata-kata tidak perlu menjelaskan apa-apa,
cukup hadir, lalu perlahan mengendap.
Ia bukan ruang yang ramai oleh suara,
melainkan sunyi yang menerima segalanya,
tempat rindu duduk tanpa ditanya,
dan luka tidak dipaksa untuk segera sembuh.
Kata-kata datang satu per satu,
membawa sisa hari yang belum selesai,
tentang hal-hal kecil yang terasa besar,
tentang perasaan yang tak tahu harus ke mana.
Tak semua harus disusun menjadi cerita,
tak semua harus menemukan makna,
sebagian hanya ingin berhenti sejenak,
menjadi jeda yang kita butuhkan diam-diam.
Dan di tempat itu,
kata-kata tidak lagi berlari,
ia belajar tenang,
belajar tinggal,
dan akhirnya menemukan
cara paling sederhana untuk dimengerti.





