Ketika langkah memilih berhenti,
bukan dunia yang menjadi sunyi,
hanya kita yang mulai mendengar
apa yang lama tak sempat disapa.
Di sela waktu yang merendah,
ada kenangan yang kembali singgah,
membawa nama, membawa rasa,
yang dulu kita simpan begitu saja.
Tak semua hadir untuk diulang,
tak semua hilang untuk dikenang,
sebagian hanya ingin tinggal
sebagai jejak yang tak lagi kita sesalkan.
Jeda ini tidak pernah kosong,
ia penuh oleh yang tak terucap langsung,
oleh harapan yang belum selesai,
dan diri yang perlahan berdamai.
Sebab tidak semua berhenti adalah akhir,
kadang ia hanya cara hidup menepi,
agar kita sempat melihat kembali
siapa diri yang sedang kita jalani.





