Ada kata-kata yang kutulis diam-diam,
namun tak pernah sampai pada tujuan,
ia tinggal di antara lipatan waktu,
menunggu tanpa pernah benar-benar dituju.
Sebagian menjadi rindu yang tertahan,
sebagian lagi berubah menjadi kenangan,
dan ada yang hanya singgah sebentar
lalu menetap sebagai hal yang tak terucap.
Aku pernah ingin menyampaikannya,
tentang hal-hal kecil yang terasa besar,
tentang perasaan yang tak sempat diberi nama,
tentang “aku” yang tak pernah benar-benar selesai.
Namun waktu berjalan tanpa menunggu,
dan keberanian tidak selalu datang tepat waktu,
hingga akhirnya kata-kata itu mengerti
bahwa tidak semua harus sampai untuk berarti.
Kini ia tetap ada
bukan untuk dikirim, bukan untuk dilupakan,
melainkan untuk mengingatkan
bahwa pernah ada rasa yang begitu dalam,
meski tak pernah menemukan jalan pulang.





