Luka yang Tak Terlihat di Balik Konflik Knetz dan Asia Tenggara

Shasmitha Mutiara

DATE :

Thursday, February 19, 2026

Di dunia yang tak lagi mengenal batas geografis, pertemuan manusia kini terjadi dalam bentuk yang paling sederhana sekaligus paling berbahaya: kata-kata.
Bukan pelukan, bukan tatapan mata, melainkan huruf-huruf yang diketik cepat, dikirim tanpa jeda, lalu menyebar seperti riak di permukaan air.
Begitulah awal mula konflik antara sebagian warganet Korea Selatan dan Asia Tenggara, sebuah pertikaian yang tidak mengeluarkan darah, tetapi meninggalkan luka yang nyata.

Semua bermula dari sebuah konser.
Lampu sorot menyinari panggung, musik mengalun, dan ribuan orang berkumpul dengan tujuan yang sama: merayakan idola yang mereka cintai.
Namun, di balik euforia itu, terjadi sesuatu yang tampak kecil: perdebatan tentang aturan, tentang siapa yang boleh membawa kamera, tentang siapa yang melanggar dan siapa yang merasa berhak.

Awalnya, itu hanya kritik biasa.
Sebuah teguran yang mungkin akan tenggelam di antara jutaan percakapan lain di internet. Tetapi internet, seperti hutan kering di musim kemarau, selalu siap terbakar oleh percikan terkecil.

Kata-kata berubah menjadi tuduhan.
Tuduhan berubah menjadi ejekan.
Dan ejekan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam: serangan terhadap identitas, terhadap rupa, terhadap asal-usul.
Sebagian warganet Asia Tenggara merasa dihina, bukan sebagai individu, tetapi sebagai bagian dari sebuah kawasan, sebuah rumah bersama yang selama ini mereka kenal.

Sebagai respons, lahirlah solidaritas.
Mereka menyebut diri mereka SEAblings, saudara yang dipersatukan bukan oleh darah, tetapi oleh pengalaman yang sama.
Mereka membalas, bukan hanya dengan kemarahan, tetapi juga dengan kritik, dengan sindiran, dengan upaya untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sekecil yang dianggap.

Ironisnya, konflik ini terjadi di tengah kecintaan yang sama. Musik yang sama. Idola yang sama. Budaya yang sama-sama mereka kagumi.

Di sinilah paradoks itu terasa paling nyata: bagaimana sesuatu yang seharusnya menyatukan, justru menjadi alasan untuk saling berjauhan.

Internet, pada akhirnya, hanyalah cermin.
Ia memantulkan apa yang kita bawa ke dalamnya: empati atau ego, pengertian atau prasangka. Dan sering kali, tanpa kita sadari, kita memilih untuk menjadi lebih berani menyakiti karena kita tidak perlu melihat langsung dampaknya.

Padahal, di balik setiap akun, ada manusia.
Ada seseorang yang bisa merasa.
Seseorang yang juga manusia sama seperti kita, yang juga bisa terluka.

Sisi Lain Cerita

Kita hidup di zaman di mana satu kalimat bisa menjangkau ribuan orang dalam hitungan detik. Dan justru karena itulah, kita harus belajar memilih kata dengan lebih hati-hati.
Sebab pada akhirnya, yang akan diingat bukan seberapa cepat kita membalas, tetapi seberapa bijak kita memilih untuk tidak melukai.

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

Di dunia yang terus berlari, kita perlahan kehilangan jeda untuk benar-benar merasa. Banyak hal dibiarkan mengendap; kata yang tidak sempat terucap, perasaan yang tidak tahu harus pulang ke mana. Kita tertawa di hadapan ramai, namun diam-diam menyimpan sunyi yang memantul di dalam dada. Lalu waktu berlalu begitu saja. Tanpa kita sadari, ada bagian dari diri yang ingin didengar, ingin dipeluk, ingin diberi ruang untuk jujur tanpa harus kuat setiap saat.


Semesta Bercerita tercipta sebagai ruang yang pelan, tempat kata menemukan makna, luka menemukan jeda, dan jiwa beristirahat tanpa perlu menyembunyikan apa-apa. Di sini, setiap kisah dihargai, setiap suara berarti, dan setiap rasa diterima apa adanya. Kami percaya bahwa cerita mampu menyembuhkan, mempertemukan, dan menyalakan kembali cahaya kecil di dalam diri. Di antara sunyi dan suara, kita akan tumbuh bersama: menulis, mendengar, dan saling menguatkan, satu cerita pada satu waktu.

© 2026 SEMESTA BERCERITA - ALL RIGHTS RESEVED

SEMESTA

MENU

Follow Us