Luka Penjual Es Gabus Bernama Pak Sudrajat

Shasmitha Mutiara

DATE :

Friday, January 30, 2026

Sama seperti hari-hari biasa, Pak Sudrajat melangkahkan kaki menyusuri setiap sudut gang sambil membawa es gabusnya.
Kudapan jadul itu sudah lama menjadi teman setia, manis, dingin, dan selalu ditunggu anak-anak yang bermain di bawah matahari.
Hari itu terik.
Dalam benaknya sempat terlintas harapan sederhana: es gabusnya akan laku lebih banyak dari hari biasa.

Namun harapan itu berhenti di tengah jalan.
Bukan pembeli yang menghampiri, melainkan beberapa oknum aparat yang menghentikan langkahnya.
Entah atas perintah siapa.
Entah karena curiga, atau sekadar ingin memastikan kuasa tetap berada di tangan mereka.
Yang jelas, sejak detik itu, es gabus tak lagi sekadar jajanan, ia berubah menjadi objek tuduhan.

Kotak dagangan Pak Sudrajat dibuka.
Es gabus yang menjadi penyambung hidupnya dirampas, diremas, dan dihancurkan.
Perlakuan itu tak hanya merusak barang dagangan, tapi juga melukai harga diri seorang penjual kecil.

Belum cukup sampai di situ, Pak Sudrajat dipaksa memakan es gabus yang telah hancur. Semua demi membuktikan satu tuduhan yang terdengar ganjil: penjual es gabus dituduh pakai bahan spons.

Adegan itu direkam.
Kamera ponsel menyala, dan luka Pak Sudrajat ikut diabadikan dalam video yang kemudian menyebar luas di sosial media.

Netizen bereaksi keras.
Banyak yang marah, tak percaya bagaimana aparat bisa tak mengenali jajanan jadul yang telah lama hidup di ingatan kolektif masyarakat.
Tuduhan bahwa es gabus dibuat dari spons terasa tak masuk akal, bahkan kejam.

Kegaduhan akhirnya sampai pada tahap yang seharusnya: pembuktian ilmiah.
Sampel es gabus diuji secara resmi.
Hasilnya jelas: aman, tidak mengandung bahan berbahaya, dan sama sekali tidak menggunakan spons.
Lokasi pembuatan es gabus Pak Sudrajat pun diperiksa.
Dapur sederhana itu bersih, tanpa jejak pelanggaran apa pun.
Semua tuduhan gugur satu per satu.

Saat kebenaran terungkap, pertanyaan baru muncul.
Bagaimana mungkin mereka yang seharusnya melindungi justru lebih dulu menghakimi? Bagaimana luka yang sudah terlanjur terekam dan tersebar bisa disembuhkan hanya dengan selembar hasil uji laboratorium?

Di balik semua itu, Pak Sudrajat tak sepenuhnya sendirian.
Dukungan datang dari berbagai pihak.
Bantuan mengalir, simpati bermunculan, dan penjual es gabus itu kembali dikenal, bukan karena rasa manis dagangannya, melainkan karena luka yang sempat dipertontonkan. Barangkali benar, ada kalanya seseorang harus dijatuhkan lebih dulu untuk kemudian dilihat sebagai manusia seutuhnya.

Sisi Lain Cerita

Jangan dulukan sombongmu, jangan dulukan seragammu.
Siapa pun kamu, apa pun jabatanmu, hormatilah orang lain, bahkan mereka yang kamu anggap tak sebanding denganmu.

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

Di dunia yang terus berlari, kita perlahan kehilangan jeda untuk benar-benar merasa. Banyak hal dibiarkan mengendap; kata yang tidak sempat terucap, perasaan yang tidak tahu harus pulang ke mana. Kita tertawa di hadapan ramai, namun diam-diam menyimpan sunyi yang memantul di dalam dada. Lalu waktu berlalu begitu saja. Tanpa kita sadari, ada bagian dari diri yang ingin didengar, ingin dipeluk, ingin diberi ruang untuk jujur tanpa harus kuat setiap saat.


Semesta Bercerita tercipta sebagai ruang yang pelan, tempat kata menemukan makna, luka menemukan jeda, dan jiwa beristirahat tanpa perlu menyembunyikan apa-apa. Di sini, setiap kisah dihargai, setiap suara berarti, dan setiap rasa diterima apa adanya. Kami percaya bahwa cerita mampu menyembuhkan, mempertemukan, dan menyalakan kembali cahaya kecil di dalam diri. Di antara sunyi dan suara, kita akan tumbuh bersama: menulis, mendengar, dan saling menguatkan, satu cerita pada satu waktu.

© 2026 SEMESTA BERCERITA - ALL RIGHTS RESEVED

SEMESTA

MENU

Follow Us