KUHP Baru 2026 dan Suara Rakyat yang Makin Pelan

Shasmitha Mutiara

DATE :

Perayaan tahun baru sudah usai, tetapi Indonesia masih semarak.

Bukan oleh kembang api, melainkan oleh kejutan pemerintah di hari-hari pertama awal tahun ini: KUHP baru 2026 yang membuat wajah negara ini teramat berbeda.

Katanya, ini demi ketertiban. Katanya, ini untuk pembaruan.

Namun, sebagai suara yang hadir di warung kopi, ruang kelas, dan obrolan pelan, kita dipaksa tak lagi berisik.

KUHP baru 2026 telah menyentuh ruang yang selama ini dianggap personal.

Kritik bergeser dari partisipasi menjadi potensi serangan.

Ekspresi bisa disebut pelanggaran, tergantung bagaimana ia ditafsirkan.

Dalam situasi seperti ini, banyak suara yang dulu lantang menjadi pelan sebab takut dipenjarakan. 

Suara yang dulu nyaring membela hak-hak yang membutuhkan, perlahan menjadi semakin tersamarkan.

Sementara itu, mereka yang membuat aturan masih aman dengan kekuasaannya.

Sedangkan kita? Harus lebih berhati-hati agar tak terjerat oleh ketentuan yang multitafsir.

Perlahan, ketimpangan ini membentuk relasi baru: yang berkuasa semakin terlindungi, yang diatur semakin waswas.

"Semua ini demi kedaulatan negara," kata mereka.

Sebuah kalimat yang terdengar begitu meyakinkan, tetapi menyisakan pertanyaan: Negara mana yang dimaksud?

Negara yang lahir dari darah para pejuang atau negara yang tumbuh dari hukum dan kepentingan yang tak pernah kita tahu pembahasannya?

Padahal, sejak awal pengesahan, para ahli hukum dan lembaga hak asasi sudah memperingatkan harga mahal yang harus dibayar dari KUHP baru ini: pasal karet, potensi penyalahgunaan, dan penyempitan ruang sipil.

Namun, kini, KUHP itu sudah benar-benar disahkan.
Setelah ini, ia akan terasa di dalam setiap hari-hari kita. 
Dalam cara kita berbicara, menulis, dan berpendapat. 

Ketaatan yang dipaksa ini bukan ciri demokrasi.
KUHP baru ini membawa Indonesia semakin menjauh dari rakyatnya.

Sisi Lain Cerita

Ketakutan dan kekhawatiran bukanlah tujuan dari adanya hukum.
Hukum diciptakan untuk memberi rasa aman bagi mereka yang lemah, bukan memperkuat yang berpangkat.
Sejatinya, demokrasi adalah hasil dari kepercayaan negara dan rakyat.
Demokrasi tak akan lahir jika tak ada ruang untuk menyatukan perbedaan pendapat sebagai bagian dari kehidupan bernegara. 

Terinspirasi dari kisah nyata.
Ditulis ulang oleh tim Semesta Bercerita untuk menghadirkan makna dari sisi lain kehidupan.

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

SELAMAT DATANG DI

RUANG BERBAGI CERITA

JANGAN LEWATKAN CERITA BARU

Ikuti kabar, cerita, dan apresiasi terbaru. Jadilah Penjelajah Cerita yang selalu terhubung.

Satu cara kecil untuk tetap terhubung dengan semesta yang kamu cintai.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

PENGHARGAN BULANAN — TOP CONTRIBUTOR

Jadilah Kontributor Terbaik dan raih apresiasi setiap bulan. Dapatkan Merchandise Eksklusif dari Semesta Bercerita sebagai bentuk penghargaan atas kontribusimu.

Kami menghargai setiap Penjelajah Cerita yang hadir, berinteraksi, dan menjaga semesta ini tetap hidup. Setiap bulan, kami akan memilih Top Contributor — mereka yang aktif membagikan snap story, meninggalkan komentar, melakukan tag, dan ikut bersuara di setiap kisah yang kami bagikan. Karena setiap dukungan, sekecil apa pun, berarti bagi semesta ini.

Di dunia yang terus bergerak, sering kali ada cerita yang tertinggal, kata yang tidak sempat diucapkan, rasa yang tidak tahu harus pulang ke mana. Semesta Bercerita hadir sebagai ruang untuk itu semua. Tempat di mana cerita menemukan suaranya, dan setiap pengalaman diberi ruang untuk dimaknai. Kami percaya bahwa cerita mampu mempertemukan manusia, menumbuhkan pemahaman, dan menguatkan satu sama lain. Di sini, kita menulis, mendengar, dan tumbuh bersama, satu cerita pada satu waktu.

© 2026 SEMESTA BERCERITA - ALL RIGHTS RESEVED

SEMESTA

MENU

Follow Us