Kabar kematian mendadak dari ia yang dikenal oleh banyak orang, oleh banyak generasi muda itu tak hanya membuat banyak kepala bertanya, tetapi juga memanggil rasa ingin tahu yang tajam.
Usia muda yang direnggut dalam kesendirian itu memunculkan tangis, tapi juga fakta yang tak mudah diterima: banyak anak muda yang kehilangan nyawa bukan karena kecelakaan biasa, melainkan oleh gaya hidup yang bukan hanya tak sehat, tapi terasa aneh dan berbahaya.
Whip pink, yang dulu hanya ada di dapur dengan aroma krim kocok, tiba-tiba menjadi nama yang bergema di timeline anak muda.
Ia bukan sekadar alat pembuat whip cream di kafe, bukan sekadar tabung logam berwarna merah muda yang manis dipandang mata.
Ia berisi gas nitrous oxide yang kini dicari untuk “tenang sesaat” dan euforia ringan yang ditawarkan dalam hirupan singkat yang membawa banyak bahaya.
Malam-malam di mana lampu klub masih berkedip, ada mereka yang menutup mata dan melepaskan napas penuh senyum tawa dari tabung whip pink.
Sekilas, dunia tampak cerah dengan tawa lepas, tubuh ringan, kepala melayang di antara bintang-bintang.
Namun, itu semua palsu, satu hirupan manis sebelum racun.
Sensasi bahagia itu bisa berubah menjadi pusing, hilang kesadaran, hingga henti napas tanpa peringatan.
Di rumah-rumah, orang tua selalu tak tahu apa-apa ketika anak muda menjelaskan tren masa kini sebagai sesuatu yang “unik” atau “seru.”
Mereka tidak paham, atau mungkin memang memilih untuk tidak mau tahu, bahwa di balik zaman yang serba mudah ini, anak-anak mereka sering berada di ujung bahaya.
Mereka mungkin tak pernah tahu hingga kabar ini menjadi omongan setiap kalangan bahwa di balik kepulan gas tipis itu ada risiko yang merangkak seperti bayang-bayang kematian.
Sementara itu, para anak muda masih terus merayakan sensasi sesaat itu, tanpa menyadari harga yang harus dibayar, bukan hanya pada tubuh, tapi pada masa depan yang seharusnya cerah.
Sisi Lain Cerita
Anak muda adalah ujung tombak masa depan bangsa.
Karena itu, mereka seharusnya mengikuti arus pergaulan yang positif.
Jangan biarkan kebahagiaan semu mencuri hari-hari terbaikmu, sebab euforia sesaat itu bisa jadi akan menjadi momen hidup terakhirmu.





