Dear Semesta,
Gadis itu menangis takala Semesta tengah mengamuk,
ditemani oleh sang penguasa langit.
juga suara - suara parau yang kian memenuhi pikirannya.
Ia menatap sendu ke arah sang purnama
yang memancarkan sinar redup.
berharap akan ada sosok
yang menariknya keluar dari jurang tak berujung.
Kicauan - kicauan burung tak lagi terdengar.
dunia tak lagi memiliki warnanya. ia mulai menutup mata.
meninggalkan sosok sang pangeran yang hendak menghampiri.
Kuharap ia akan segera terbangun.
agar pangerannya tak lagi hirap.
ditelan oleh penantian panjang
yang tak kunjung berakhir.


